Senin, 28 November 2011

Pidato Anak 9th Yang Mencengangkan Dunia

Assalamu'alaikum.
Apakah kalian percaya ada anak umur 9 tahun yang dapat berpidato di depan orang-orang penting dunia? Apakah kalian percaya kalau orang-orang tersebut tercengang selama 6 menit karena melihat anak tersebut? Setelah melihat cuplikan pidato berikut, kalian akan mempercayainya :)

"Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena

Berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap

bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA !

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami

menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.

Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya."

*sumber : KASKUS (maaf lupa link nya)

Just , You and Me here =)



You :  Hey are you okey ?
Me :  No, I feel so lonely. I feel like there's nobody out there for me. I want you. I want you so badly. I want you to be there for me no matter what happens. I want to love you. I hate that you don't care about me like I care about you.. *delete* | I'm fine (:

Too often we don't realize what we have until it's gone. Too often we're too stubborn to say, 'Sorry, I was wrong.' Too often it seems we hurt the ones closest to our hearts, and we let the most foolish things tear us apart :’)

Cintai Bumi Kita

Bumi adalah tempat dimana kita tinggal. Kita harus menjaga bumi kita agar bumi kita ini tidak rusak. Ingat! Saat ini adalah saat-saat bumi kita sedang panas alias Pemanasan Global (Global Warming). Karena jika bumi kita ini rusak, dimana lagi kita bertempat tinggal? 

Kadang kala kita membuang sampah plastik, kertas, tempat roti, dan sebagainya begitu saja. Renungkan permasalahan ini. Di setiap sekolah di Kota Tegal pasti dijajakan makanan dan minuman dengan mempergunakan bungkus yang terbuat dari plastik. Jumlah seluruh murid itu kurang lebih terdiri dari 2.500 orang, apabila 2.500 orang tersebut membeli minuman berbahan plastik tersebut dan bekas dari bungkusan tidak mereka buang pada tempatnya, maka sekolah di Kota Tegal akan dikotori oleh kurang lebih 2.500 bungkus plastik bekas minuman berserakan. Seperti yang kita ketahui bahwa plastik merupakan sampah jenis anorganik sehingga tidak dapat diurai oleh bakteri yang hidup di tanah dan yang terjadi akan membuat kotor lingkungan sekitar dan akan menjadikan tempat berkembangnya penyakit. Itu pun hanya murid sekolah di Kota Tegal.  Bayangkan jika yang membuang sampah itu seluruh warga Provinsi Jawa Tengah. Lalu bayangkan juga bila yang membuang sampah itu warga Negara Indonesia lalu dari Negara lainnya dan seluruh umat manusia di bumi membuang sampah di sembarang tempat, apa yang akan terjadi dengan BUMI kita ini? Jawabannya adalah bumi ini hancur dengan berton-ton tumpukan sampah. Sungguh sangat tidak kita inginkan bukan?


Nah, untuk mengurangi barang bekas yang ada di sekitar kita yang terbuang sia-sia tersebut, kita dapat mengolahnya menjadi barang-barang baru yang berguna, cantik dan menarik tentunya. Tidak selamanya untuk mendapatkan barang yang bagus dan cantik harus dengan mengeluarkan uang bukan? :)
Seperti tali rafia, dengan beberapa ikatan dan anyaman tertentu, tali rafia dapat berfungsi sebagai gantungan pot. Karena dengan adanya pot yang berisi tanaman di rumah kita, rumah kita akan terasa nyaman dan tidak gersang. Kardus bekas juga sayang untuk dibuang. Kardus itu dapat kita manfaatkan untuk benda yang berguna. Kotak permen misalnya. Kotak permen yang unik akan memberi kesan yang lebih menarik, apalagi pada saat-saat tertentu. Misalnya lebaran, pesta, dan lain-lain.

Udara yang panas membuat kita merasa gerah, berkeringat bahkan dapat membuat badan kita gatal dan tidak nyaman. Salah satu alat yang kita cari adalah KIPAS ! Kipas dapat mengurangi rasa panas pada tubuh kita. Kita tidak perlu membeli karena kita dapat membuat kipas cantik dari kardus dan kalender bekas.

Masih mengenai kertas kalender bekas, kita juga dapat memanfaatkan barang bekas tersebut untuk dibuat origami. Kita dapat membuat bentuk burung, merak, vas bunga, kura-kura, ayam, burung hantu, tempat permen, keranjang, tempat pensil, dan lain-lain.

Ruangan akan lebih indah apabila kita hias dengan meletakkan bunga di dalam ruangan tersebut. Walaupun bunga yang ada tidak beraroma dan hanya tiruan, tapi suasana akan terlihat lebih segar. Alas vas bunga dari kertas kalender yang sudah tidak terpakai juga dapat menambah semarak ruangan.

Kertas kalender ternyata banyak sekali ya kegunaannya. Tas juga dapat dibuat dengan berbahan dasar kertas kalender yang tebal dengan gambar yang menarik. Tas merupakan sebuah benda yang mempunyai banyak manfaat. Selain sebagai alat untuk menyimpan, tas juga dapat berfungsi sebagai asesoris bagi sang pemakai.
Nah, ternyata tidak selamanya kan barang bekas itu tidak berguna? Maka, karena itu cintailah bumi kita ini dengan cara yang mudah, yaitu mengurangi sampah dengan memanfaatkannya menjadi barang yang berguna. Selamat mencoba! :)

Followers