Selasa, 23 Desember 2014

Aku Diam dalam Kerinduan

"Aku merindukanmu, seandainya saja aku bisa menjadi seseorang yang bisa bersama lagi denganmu"

Hai kamu yang disana, apa kabar? Aku rindu.
Dinginnya angin malam ini melepaskanku dari mimpi dalam tidurku diantara lelah dan rasa kantuk yang tak tertahankan, aku beranjak dari tempat tidurku dan menyalakan lampu kamarku. Selimut yang masih melipat rapi hampir jarang sekali kupakai untuk menemaniku saat mata ini terpejam, tapi malam ini sangatlah kubutuhkan selimut ini.

Lalu aku kembali ke sudut kamar hendak mematikan lampu kamarku. Tanpa sengaja aku melihat fotomu yang terpajang di meja belajarku, batal sudah aku mematikan lampu kamarku. Kuhampiri bingkai itu lalu kupegang dan kupandangi dengan diikuti senyuman. Tanpa kusadari lamunan panjang pun tercipta, hilanglah sudah rasa kantuk yang membelenggu.

Mulutku berbicara dengan suara yang hanya bisa kudengar dengan telingaku saja dan berkata, "baik-baik saja kah kamu malam ini?". Aku pun kembali dekati tempat tidurku tanpa melepaskan genggaman eratku pada bingkai ini.

Lamunanku tentangmu semakin tak terkendali, aku jadi teringat saat-saat kita pernah makan bersama, dan saat itu aku memarahimu karna sikapmu yang tidak sopan. Tapi kau hanya tersenyum dan menuruti apa kata perintahku. Semakin menghilang rasa kantuk yang kualami, keadaan pun semakin memaksaku untuk berada dalam ingatan tentangmu.

Dulu kau pernah ada dalam hidupku. Membuatku tertawa, membuatku menangis dan dalam sekejap kau bisa membuatku tersenyum kembali. Entah apa alasanku menyukaimu. Tapi yang jelas aku nyaman bersamamu. Tapi kemudian, kau kembali padanya. Kau kembali pada dia, sahabatku sendiri. Aku merasa kecewa tapi aku ikhlas jika itu bisa membuatmu bahagia. Tapi ternyata prasangkaku salah. Akhirnya kau membencinya. Membenci dirinya. Semudah itukah kau melakukannya? Apa kau tidak memikirkan perasaanku saat aku tahu bahwa kau kembali padanya? Bahkan aku butuh waktu lama untuk mengikhlaskanmu. Dan semudah itu kau berkata bahwa kau membencinya?

Kemudian kau kembali padaku. Aku senang karena kau jauh lebih baik sekarang. Kau jauh lebih perhatian, hari-hari yang ku lalui denganmu menjadi lebih berwarna, kau bisa membuatku tersenyum setiap hari. Inikah yang dinamakan jatuh cinta untuk ke dua kalinya? Hanya kamu. Ya, kamu. Yang bisa membuatku menangis tersedu-sedu, membuatku marah dan kemudian membuatku tersenyum kembali. Kau memiliki sihir apa sih?

Namun, akhirnya prasangkaku salah lagi. "Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun ia kembali, ia tak akan pernah sama lagi". Itu kan yang dulu kau katakan ketika kau telah membencinya? Dan sekarang aku mengerti. Kamu yang dulu dan sekarang berbeda dan aku baru menyadarinya. Kau yang membuatku jatuh cinta dua kali dan kau juga yang membuatku kecewa untuk ke dua kalinya. Semudah itu kau ucapkan kata maaf setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama? Dimana perasaanmu sayang?

Ku ambil handphoneku di meja. Dan ku cek chat terakhir kita, kamu belum membalasnya. Aku menghembuskan nafas. Memang semuanya telah berubah. Tak terasa air mataku menetes mendengarkan lagu yang sedang ku putar di handphoneku. Aku merindukanmu. Sungguh aku rindu. Aku merindukan segala sesuatu yang aku lakukan denganmu. Aku merindukan saat kau memberiku semangat saat aku mulai putus asa. Aku merindukan segala leluconmu yang selalu bisa membuatku tertawa. Aku merindukan saat kau meledekku dan aku meledekmu, lalu kau mengalah untukku. Aku rindu semuanya. Aku rindu kamu, cha.
"Tak pernah setengah hati 
Ku mencintaimu, ku memiliki dirimu 
Setulus-tulusnya jiwa 
Ku serahkan semua hanya untukmu 
Tak pernah aku niati untuk melukaimu 
Atau meninggalkan dirimu"
-Tompi "Tak Pernah Setengah Hati"-

Aku telah menangisimu malam ini, dan secara tak sadar aku berbicara pada gambar dirimu, "Aku tidur dulu ya. Kamu jangan lupa makan, sholat, belajar. Aku merindukanmu". Aku jadi malu pada diriku sendiri karena berbicara tanpa lawan bicara. Mungkin ini terjadi akibat dari sebuah rindu yang mendalam dan itu terjadi diluar kendaliku, atau mungkin karena aku merasa sebaiknya aku diam tak mengatakan yang sebenarnya pada dirimu. Lampu kamar kumatikan, dan aku pun melanjutkan niat tidurku ditemani fotomu yang kuletakan disamping tempat tidurku.

Kamis, 31 Juli 2014

[ STORY ] People change, will be world change?

Selamat lebaran, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin ya semua^^

 
 
By the way, kalo denger soal lebaran pasti identik sama opor ayam, nastar, dan aneka jajan kalengan yang kalo ngemil itu bisa bikin diet 1 bulan gagal total. Dan di lebaran kali ini, aku gak bisa makan opor ayam dan segala aneka jajan lebaran itu, aku ga bisa makan sama sekali. Loh kenapa? Jadi puasa terakhir tuh pas sahur bangun-bangun leherku bengkak sebelah gitu. Gak tau deh apa akibatnya. Terus pas malem takbiran, bengkaknya tambah gede bahkan badanku panas tapi aku ngerasa dingin, menggigil dan aku sama sekali gak nafsu makan atau minum. Terus diobatin sama ibu aku. Kata Mas Hadi sih ini berhubungan sama limfa atau apa gitu makanya bisa bengkak gini. Tapi aku gak percaya gitu aja sih sama dia, walaupun kadang baik tapi kadang suka nakut-nakutin. Besoknya pas sholat ied badanku udah enakan lagi, udah bisa cengar-cengir, udah bisa jalan-jalan walaupun bengkaknya tambah besar. Pas paginya kan abis sholat ied keliling kampung tuh maaf-maafan sama tetangga-tetangga. Terus siangnya aku diajak Mas Hadi ke rumah mejasem, kata Mas Hadi disana mau bakar-bakaran sama sepupu-sepupu. Yaudah akhirnya aku ngikut kesana kan, ditungguin lamaaaa banget sampe ketiduran eh ternyata pada datengnya sore. Pas udah agak sorean tuh kan mendung, aku ditelfon sama bapak disuruh pulang. Abis itu pulangnya menjelang maghrib gitu, anginnya udah dingin banget. Terus pulang-pulang aku dibilangin sama ibu kalo gak boleh angin-anginan dulu suruh istirahat ( tumben banget nyokap perhatian xoxo ). Dan emang bener, setelah sampe rumah badan aku panas lagi, ditambah perut mual. Alhasil 2 hari aku cuma bisa tidur doang di rumah, mentok-mentoknya cuma bisa ke depan rumah. Udah. Ga bisa ke rumah tetangga soalnya malu lehernya bengkak gede gitu. Terus aku juga selama 2 hari gak bisa makan tapi gak pengen minum. Kebayang kan gimana badan udah kaya manusia gak ada tulangnya? Ibu aku ngasih inisiatif disuruh minum susu sama roti, aku coba. Tapi dipercobaan yang pertama kali, udah gagal. Gak tau ya, apa mulutnya aku yang lagi gak enak atau gimana aku jadi gak doyan susu. Apalagi rotinya baru dimakan separo udah gak bisa ngunyah lagi. Akhirnya cari cara lain, makan pisang. Cara itu juga gak berhasil. Tapi Alhamdulillah hari ini bengkaknya udah mengecil terus badan udah gak panas lagi walaupun perut masih mual tapi udah bisa makan dikit. Belum bisa makan nasi sih soalnya masih ga bisa ngunyah. Doain aja biar cepet sembuh total yaa ^^


Ngomong-ngomong lagi soal lebaran, pasti ada tradisi keliling ke rumah sodara-sodara. Terus ketemu sama tante om pakde bude sepupu keponakan ( di Tegal aku udah ga punya mbah ), terus salam-salaman, ngobrol-ngobrol, cerita panjang lebar, ketawa ketiwi ya walaupun mayoritas sepupu aku cowo dan kayanya cuma aku cewe yang udah masuk golongan akil baligh tapi tetep nyambung kok karena mereka juga asik diajak ngobrol terus suka ngejekin sama ngebully gitu deh jadinya kalo diejek balik ( becandaan ) juga gak diambil ati. Dan saat aku ngeliat sepupu aku yang dulunya sering main bareng, sering marah-marahan, sering ledek-ledekan, sering bikin nangis pas kecil dulu, aku jadi mikir: ternyata waktu itu singkat. Dulu aku main bareng mereka, kita masih kecil-kecil. Dulu sama sekali kita gak ngerti umur kita berapa soalnya badan kita nyaris sama semua, sekarang keliatan banget umur kita. Badan kita udah sangat berbeda. Bahkan foto yang kita ambil entah berapa tahun yang lalu itu masih rapi, masih bersih di dalem album foto aku. Disitu kita masih polos, masih lugu, masih berani main di sawah, masih cupu, masih belum bisa gaya, gak gaul sama sekali. Beda banget sama anak-anak jaman sekarang yang mainannya gadget. Tapi di foto itu kita ketawa bahagia, kita kumpul bareng, kita seneng-seneng bareng. How much I miss my childhood ya :’) Dan sekarang kita udah gede-gede, kita udah jalanin kehidupan masing-masing, bentar lagi udah ada yang mau nikah, bentar lagi udah ada yang mau kuliah, bentar lagi udah ada yang masuk SMP, bentar lagi udah ada yang kerja. Mungkin moment kumpul-kumpul kaya dulu cuma bisa diadain setahun sekali, itu pun harus diomongin lewat sms, bbm, telfon, dan segala kecanggihan teknologi sekarang. Dan itu pun gak bikin semuanya kumpul, pasti ada salah satu atau salah dua yang gak bisa dateng. Gak kaya dulu yang kalo dateng satu, langsung kumpul semua. Now, times is very expensive things. Setelah aku menyadari itu, semoga aku lebih bisa menghargai setiap detik bersama keluarga. InsyaAllah :)

*Notes:
Hey, buat yang sms ucapan selamat lebaran dan minal aidzin ( jomblo juga banyak yang sms lho ), maaf yaa Yuni gak bisa bales soalnya belum punya pulsa haha. Tapi minal aidzin wal faidzin juga ya, mohon maaf lahir dan bathin, maafin kesalahan Yuni dan keluarga yang disengaja ataupun enggak. Selamat berlebaran! #yailah #telatbanget #yakalilebarannyatelat #yaudahpokoknyamaaf #sekian.

Kamis, 20 Februari 2014

Bertemu, Kagum dan Jatuh Cinta





Bertemu denganmu adalah kesalahan.
Kagum denganmu adalah kerinduan.
Jatuh cinta denganmu adalah kesepian...

Malam, aku lupa ini hitungan ke berapa aku bertemu dengan kamu. Tepat pada jam dimana orang-orang bergegas paling cepat sampai di sebuah tempat. Mereka sebut itu rumah. Ruang berbangun yang sebagian dari mereka dijadikan pengeyah lelah. Sebagian ada yang tidak. Dan justru bertambah parah. Bagiku, itu bukan urusanku. Karena aku tidak perlu itu. Aku hanya perlu kamu. Memandangmu. Berharap lebih lama dari yang seperti biasa. 

Sayang, belum datang juga kesempatan itu. Jam itu benar-benar membuatku semakin bertambah sulit untuk menghitungnya. Sedangkan tubuh kita bertumbuh. Umur kita bertambah. Masing-masing dari kita harus menentukan jalan pilihan. Pembuktian bahwa kita manusia dewasa.

Source from: Tri Hadi Saputro

Senin, 20 Januari 2014

Get Well Soon, Me.

Assalamu’alaikum.
Pagi ini aku demam dan gak berangkat sekolah. Efek kecapean sama kehujanan terus kali ya. Sakit itu gak enak banget. Gak bisa bebas kaya biasanya. Mau ngapa-ngapain juga badan gak enak buat digerakin. Cuma bisa selimutan di atas kasur. Apalagi sekarang Mas Hadi udah mulai sibuk sama pekerjaannya sendiri, jadi aku home alone. Cuma ditemenin laptop, modem, novel sama TV. Ada modem juga gak guna sih sebenernya, lagi males buka socmed.

Pengen main, pengen sekolah, pengen ketemu temen-temen. Kangen di bully anak-anak ipa 3-_- Demam, radang tenggorokan, flu, suara persis kaya kodok. Bete banget. Mau makan juga gak enak, buat nelen sakit. Gak nafsu makan juga. Kalo sakit kaya gini seminggu berat badan turun 5 kilo sih gak masalah, tapi kayanya gak mungkin. K-Fine.


Sabtu, 04 Januari 2014

Autumn in December

Hi assalamu'alaikum :D
Aku mau cerita. Aku abis jadi modelnya Mega akhir bulan dan akhir tahun kemarin. Jadi, akhir-akhir ini Mega lagi tergila-gila sama fotografi gara-gara nonton pemeran Shone di film A Crazy Little Thing Called Love. Entahlah apa motivasi dia pengen jadi fotografer setelah liat Shone-_- Dan abis liat film itu dia langsung ngajakin hunting, terus aku bilang "hunting? kita belum punya DSLR, Ga.." terus kata dia, "apa mau ngambil SLR nya Shone dulu baru hunting? gak penting, camdig juga bisa kok". Okelah, no problem kok. Dan TARAAA!!! Hasilnya kaya musim gugur, gak rapi sih editannya. Aku baru belajar photoshop. Masih newbe hehehe.



Hay. Aku supergirl.


I want to be someone who makes you smile.

Liat deh di mata kiri topeng-topengannya. Kaya ada mata beneran :|

Gaya ini disuruh Mega ya. Model apaan kaya gini......
Masih ada lagiiii. Yang ini sih cuma satu foto doang yang gayanya sok-sokan kaya model wkwk. Abis udah kehabisan gaya sih.

Gausah tersepona gitu ya ngeliat fotoku.

Keep calm and stay cool.

Akibat kehabisan gaya hehehe.

Aku gak tau ini aku lagi ngapain.


Oke. Jadi, aku gak berbakat dan gak berminat jadi model. Sekian. Dan. Terimakasih.

Followers