Senin, 08 Juli 2013

Kacamata

Hi, assalamu'alaikum :)

Aku mulai aktif lagi nih di blog buat ngisi waktu liburan. Gimana tampilan blog yang baru? Gimana link yang baru? Gimana nama header yang baru? Iya, aku banyak ngubah blog ini. Banyak postingan yang aku hapus juga. Aku mau mulai blog ini dari awal lagi. Sekalian move on juga biar ga keinget cerita-cerita dulu muehehe.

Aku habis dari rumah sakit nih. Bukan, bukan aku yang sakit. Bukan keluarga aku juga yang sakit. Aku habis kontrol mata ceritanya. Jadi dari beberapa bulan yang lalu aku was-was kalau mataku min. Pas pelajaran bahasa Indonesia, guruku bilang cara ngecek mata min atau enggak pakenya penggaris. Loh kok gitu? Jadi begini, kalian tau penggaris kayu yang panjang yang biasa dipakai bapak ibu guru di sekolah kan? Nah suruh teman kalian pegang penggaris itu sesuai tinggi kalian. Setelah itu kalian menjauh dari penggaris itu. Usahakan jarak kalian dari penggaris itu agak jauh (misalnya: dari ujung ke ujung ruangan). Nah setelah itu kalian berjalan dengan mata kiri tertutup dengan ancang-ancang tangan kanan lurus ke depan. Jika sudah hampir sampai di depan penggaris itu, jari kalian menyentil penggaris itu. Nah, jika kalian bisa menyentuh penggaris itu berarti mata kalian masih normal, jika tidak bisa berarti mata kalian perlu di periksa. Tapi gak pasti juga kalau tidak bisa menyentuh penggaris berarti matanya min, konsentrasi juga mempengaruhinya.

Nah, aku dan teman-teman kelasku X2 mencobanya saat jam kosong. Percobaan pertamaku, gagal. Kedua gagal. Ketiga juga gagal. Teman-temanku mulai meledek. Tapi aku gak patah semangat aku mencoba yang keempat kalinya, dan......................BERHASIL! Gak sampai disitu, aku penasaran. Akhirnya aku mencoba kelima kalinya, tapi gagal lagi. Aku kesal, aku pun mulai berpikir jika mataku mulai minus. Apalagi setiap hari aku rajin di depan PC, membaca buku sambil tiduran, mainan handphone. Dan pulang dari sekolah aku bilang ke ibuku, aku ceritakan yang tadi terjadi di sekolah (kaya anak kecil memang), ibuku bilang aku harus banyak makan wortel dan tomat. Aku memang tidak terlalu suka makan sayur. Hanya beberapa sayuran aja yang aku suka. Aku cuma suka sayuran wortel kalau wortel tersebut dimasak sup, selain itu hmmm....... Dan tomat, aku memang suka banget sama sayuran ini. Dibikin sup enak, dibikin jus enak, dimasak sama mie instan juga enak nyuumm.

Ini mata sipitku. Mana matamu?
Jadi, hari ini aku dibangunkan lebih pagi. Aku memang akhir-akhir ini mengeluh kalau penglihatanku sedikit kabur, tapi jika di sekolah aku masih bisa melihat tulisan kecil di papan tulis. Tapi  bapak dan ibuku menyuruhku untuk periksa mata ke rumah sakit, buat jaga-jaga sebelum memulai rutinitas di sekolah. Pertama aku minta surat rujukan ke puskesmas, aku ditemani ibuku. Ngantri...........lumayan lama. Setelah namaku dipanggil, aku masuk ke ruang BP 2. Disitu ada dokter yang nanya-nanya kepo -_- akhirnya aku bilang "pak, saya cuma mau minta surat rujukan ke rumah sakit" dan si dokter terdiam "oh mau minta surat rujukan? sebentar saya ambilkan" hmmm. Sambil nunggu dokter dateng lagi, aku nimbang berat badan, dan HAHAHAHA.............seketika aku galau.....berat badanku.........hiks. Dokter itu dateng lagi bawa surat rujukan. Abis itu aku dan ibuku on the way menuju RS. Kardinah. Namanya juga rumah sakit umum, pasti ramenya juga 'gak' umum. Poli mata rame banget, aku ngantri nunggu namaku dipanggil cukup lama dan cukup bikin pegel. Akhirnya sekitar 1setengah jam-an, nama Yuni Rahmawati terpanggil juga. Huft alhamdulillah. Aku pun masuk ruangan, ada dokter yang menyalakan LCD. Dokternya cakeepppp bangeettt. Berkacamata, putih, tinggi, masih muda, dan senyumnya ya ampun......astaughfirullah, jaga mata jaga mata. Tapi betewe, aku yakin dia banyak yang naksir. Aku duduk di kursi sebelah kiri. Dokter nyuruh aku tutup mata sebelah kiri. Huruf pertama aku bisa baca, huruf kedua juga bisa, huruf ketiga bisa, mulai huruf keempat aku kesusahan. Then, dokter nyuruh ganti mata, aku tutup mata sebelah kanan. Nah yang ini aku agak susah buat liat hurufnya. Abis itu aku keluar ruangan suruh nunggu hasilnya. Gak lama dokter manggil nama aku lagi, aku duduk di depan dokter yang satunya lagi (kayanya dokter senior), dokter itu periksa mata aku pake senter, dan dokter itu pake semacam kacamata tapi aku bisa ngaca di kacamata itu, peralatan medis, canggih.... Kata dokter, mataku masih normal, aku masih bisa baca tulisan yang kecil. Aku bersyukur banget, aku seneng. Alhamdulillah ga perlu pake kacamata hehehe. Tapi saran dokter, aku gak boleh baca sambil tiduran. Baca harus sambil duduk. Padahal kan enak sambil tiduran ya -_- Abis itu aku ambil obat deh di lantai bawah, ngantri lagi. Antrian yang ini bener-bener lama. Seriusan.

Oke, segitu aja ceritanya. Banyak juga ternyata hehehehe. Happy holiday! See you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers