"Aku merindukanmu, seandainya saja aku bisa menjadi seseorang yang bisa bersama lagi denganmu"
Hai kamu yang disana, apa kabar? Aku rindu.
Dinginnya angin malam ini
melepaskanku dari mimpi dalam tidurku diantara lelah dan rasa kantuk
yang tak tertahankan, aku beranjak dari tempat tidurku dan menyalakan
lampu kamarku. Selimut yang masih melipat rapi hampir jarang sekali
kupakai untuk menemaniku saat mata ini terpejam, tapi malam ini
sangatlah kubutuhkan selimut ini.
Lalu aku
kembali ke sudut kamar hendak mematikan lampu kamarku. Tanpa
sengaja aku melihat fotomu yang terpajang di meja belajarku,
batal sudah aku mematikan lampu kamarku. Kuhampiri bingkai itu lalu
kupegang dan kupandangi dengan diikuti senyuman. Tanpa kusadari lamunan
panjang pun tercipta, hilanglah sudah rasa kantuk yang membelenggu.
Mulutku berbicara dengan suara yang hanya bisa kudengar dengan telingaku saja dan berkata, "baik-baik saja kah kamu malam ini?". Aku pun kembali dekati tempat tidurku tanpa melepaskan genggaman eratku pada bingkai ini.
Lamunanku
tentangmu semakin tak terkendali, aku jadi teringat
saat-saat kita pernah makan bersama, dan saat itu aku memarahimu karna
sikapmu yang tidak sopan. Tapi kau hanya tersenyum dan menuruti apa kata
perintahku. Semakin menghilang rasa kantuk yang kualami, keadaan pun
semakin memaksaku untuk berada dalam ingatan tentangmu.
Dulu
kau pernah ada dalam hidupku. Membuatku tertawa, membuatku menangis dan
dalam sekejap kau bisa membuatku tersenyum kembali. Entah apa alasanku
menyukaimu. Tapi yang jelas aku nyaman bersamamu. Tapi kemudian, kau
kembali padanya. Kau kembali pada dia, sahabatku sendiri. Aku merasa
kecewa tapi aku ikhlas jika itu bisa membuatmu bahagia. Tapi ternyata
prasangkaku salah. Akhirnya kau membencinya. Membenci dirinya. Semudah
itukah kau melakukannya? Apa kau tidak memikirkan perasaanku saat aku
tahu bahwa kau kembali padanya? Bahkan aku butuh waktu lama untuk
mengikhlaskanmu. Dan semudah itu kau berkata bahwa kau membencinya?
Kemudian kau kembali padaku. Aku senang karena kau jauh lebih baik sekarang. Kau jauh lebih perhatian, hari-hari yang ku lalui denganmu menjadi lebih berwarna, kau bisa membuatku tersenyum setiap hari. Inikah yang dinamakan jatuh cinta untuk ke dua kalinya? Hanya kamu. Ya, kamu. Yang bisa membuatku menangis tersedu-sedu, membuatku marah dan kemudian membuatku tersenyum kembali. Kau memiliki sihir apa sih?
Namun, akhirnya prasangkaku salah lagi. "Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun ia kembali, ia tak akan pernah sama lagi". Itu kan yang dulu kau katakan ketika kau telah membencinya? Dan sekarang aku mengerti. Kamu yang dulu dan sekarang berbeda dan aku baru menyadarinya. Kau yang membuatku jatuh cinta dua kali dan kau juga yang membuatku kecewa untuk ke dua kalinya. Semudah itu kau ucapkan kata maaf setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama? Dimana perasaanmu sayang?
Ku
ambil handphoneku di meja. Dan ku cek chat terakhir kita, kamu belum
membalasnya. Aku menghembuskan nafas. Memang semuanya telah berubah. Tak
terasa air mataku menetes mendengarkan lagu yang sedang ku putar di
handphoneku. Aku merindukanmu. Sungguh aku rindu. Aku merindukan segala
sesuatu yang aku lakukan denganmu. Aku merindukan saat kau memberiku
semangat saat aku mulai putus asa. Aku merindukan segala leluconmu yang
selalu bisa membuatku tertawa. Aku merindukan saat kau meledekku dan aku
meledekmu, lalu kau mengalah untukku. Aku rindu semuanya. Aku rindu
kamu, cha.
"Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu, ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu
Tak pernah aku niati untuk melukaimu
-Tompi "Tak Pernah Setengah Hati"-Atau meninggalkan dirimu"
Aku telah menangisimu malam ini, dan secara tak sadar aku berbicara pada gambar dirimu, "Aku tidur dulu ya. Kamu jangan lupa makan, sholat, belajar. Aku merindukanmu". Aku
jadi malu pada diriku sendiri karena berbicara tanpa lawan bicara.
Mungkin ini terjadi akibat dari sebuah rindu yang mendalam dan itu
terjadi diluar kendaliku, atau mungkin karena aku merasa sebaiknya aku
diam tak mengatakan yang sebenarnya pada dirimu. Lampu kamar kumatikan,
dan aku pun melanjutkan niat tidurku
ditemani fotomu yang kuletakan disamping tempat tidurku.
Yuni? Kirain cuma boongan.. Ternyata jatuh cinta beneran toh. cieeeee
BalasHapusya ampun banyak yg baca ternyata, haduuh fotonya aku hapus deh-_-
HapusBanyak yg baca? yang baca cuma aku tok :P , kenapa dihapus?
BalasHapusisal juga bacaa wid -_-
Hapus