Kamis, 18 Agustus 2011

Memory abcdefghimissuvwxyz

ABCDEFG(H)I-MISS-U.VWXYZ


*All about you in memories, this is for you :)

Aku, seorang murid biasa di sebuah sekolah SSN di kotaku. Aku sekarang duduk di kelas 9, tepatnya 9B. Semua pengalaman puber ku di kelas 8, tak mungkin bisa kulupakan. Semua berawal dari 8A. Semua ceritaku kuawali dari kelasku COFEGHA :)

       Pagi itu, aku semangat sekali memasuki kelas baruku. Ya, setelah libur yang cukup panjang, akhirnya aku pun dapat kembali ke sekolah ku dengan kelas yang baru. Grade 8A, itulah yang aku lihat pertama kali ketika aku memasuki kelas baruku. Suasana baru dan asing, itulah yang aku rasakan pertama kali. Teman-teman baru, guru baru, kelas baru, ya semuanya serba baru.


Tak terasa, 3 bulan berlalu. Aku mulai terbiasa dengan kelas ku kini. Seperti biasa, aku dan teman-teman selalu jajan bersama. Hari itu pun menjadi pertama kalinya aku mengenal namanya, Hyoga. Ya, temanku selalu menyebut namanya. Hyoga, Hyoga dan Hyoga. Itulah yang selalu aku dengar. “Yas, yang namanya Kak Hyoga yang mana sih? Aku penasaran nih” tanyaku kepada Tyas, temanku. “Mau tau? Ayo, ke musholla. Biasanya dia nongkrong di situ” jawabnya. “Sekarang?” tanyaku sambil tertawa kecil. “Enggak dong. Taun depan kalo dia udah lulus! Yaiyalah sekarang!” jawabnya sambil memukul ku. “Haha sabar sabar dong. Sampe segitu sukanya sama itu” kataku. Aku dan Tyas pun menuju musholla. Dan benar, dia memang ada di dekat musholla. “Yang mana, Yas?” tanyaku. “Yang itu tuh, yang pake kacamata, yang anaknya putih terus tinggi” jawabnya sambil menunjuk ke arahnya. “Heh enggak usah nunjuk juga kali. Anaknya ngerasa tuh” kataku. “Ya biarin weekk” katanya sambil berlari.

Ini kah yang dinamakan cinta, Tuhan? Haha kuingat pertama kali saat aku melihat dengan jelas mukanya. Saat itu kelas 9 ada pelajaran tambahan dan saat aku keluar kelas, aku berjalan mundur sambil berbicara dengan teman satu kelasku. Dan aku tak sadar kalau ternyata aku menabraknya! Ya, menabrak Kak Hyoga! Aku pun meminta maaf padanya “Oh sorry sorry kak”. Tapi dia hanya tersenyum kecil dan berlalu begitu saja. Saat itulah aku menyukainya :)

    “Hyoga Nagk Cliquers” sedang online. I like this! Aku pun memulai chat dengannya. “Ah enggak galak-galak amat ini orang. Baik kok. Haha” akupun tersenyum sendiri saat aku bermain chat dengannya. “Kak, boleh minta nomernya?” tanyaku di chat tersebut. “Boleh” dia pun memberikan sebuah deretan nomer yang secara cepat aku hafal.


Waktu berlalu begitu cepat. Saat aku mulai dekat dengannya, sebuah masalah membuatku kecewa dengannya. Dea, itu lah nama pacarnya. Dia membuatku menangis. Saat dia putus dengan Kak Hyoga, dia menyalahkan aku! Jujur, aku sangat kecewa. Dan yang hanya bisa aku lakukan saat itu adalah MENANGIS! Tapi disitulah awal aku dekat dengan sahabatku sekarang, Faqia. Dia membantu semua masalahku. Dia juga cerita masalahnya yang sama persis seperti masalahku. Ya, dia juga bernasib sama sepertiku. Haha menyukai kakak kelas yang sudah punya pacar, dan pacarnya menyalahkan kami karena hubungannya hampir putus. Entah, apa yang ada dipikiran mereka. Mereka berani melawan kakak kelasnya sendiri, menjelek-jelekkan kami di belakang. Hah sudahlah lupakan!

Oh iyaa hampir lupa. Saat Kak Hyoga sudah mutusin Dea, dia berjalan ke kelasku dan memanggilku. “Dee, pulangnya jangan pulang dulu” katanya. “Iya, kak” kataku. Tapi semua kata-kata itu menambah luka ku. Pada saat itu, aku benar-benar kecewa mengingat kejadian itu. Karena saat aku menangis, aku melihatnya mencium kening Dea! Kecewaa! Benar-benar kecewa! :(

Tanggal 06 Maret 2011, masih kusimpan janjinya hingga kini. Janji, “Kalo masih punya perasaan suka sama adee pasti inget kok” Oh yaa? Enggak akan lupa sama aku? Okey kusimpan janjimu, kak. Pada saat itu kupercaya begitu saja dengannya. OH MY GOD!



Perpisahan di Balai Diklat Transjaya hari Sabtu. Itulah pertama kalinya aku berfoto dengannya. Bersama Rossy dan Faqia, kami berfoto bersama. Aku sangat senang saat itu. Sungguh satu hari yang menyenangkan dan enggak akan aku lupakan. Karena aku dapat foto bersamanya.


 

          My Birthday, 04 Juni 2011 di sekolah. Terakhir kalinya aku menerima sms darinya, ucapan “selamat ulang tahun”. Terakhir pula aku dapat melihatnya di sekolahku dan semenjak itu, aku tak pernah melihatnya lagi. Sedih, kecewa, sakit hati, tentunya. Sampai saat ini pun aku masih menangis kalau aku mengingatnya. Mengingat namanya, janjinya dan semua kenangan bersamanya :(


Tanggal 16 Juli 2011, dia membalas message dariku. Message yang sudah lama kukirimkan untuknya. Aku kecewa, karena dia tak menyadari apa yang aku rasa. Lebih baik dia tak membalas message ku daripada membuatku kecewa dan teringat semua tentangnya. Yasudahlah lupakan, Yuni. Kamu pasti bisa melupakannya! :)
 
Lagipula, sekarang aku sudah dikelilingi orang-orang yang baik padaku. Sahabat-sahabatku, Faqia Oppie dan Rossy. Mereka yang membuat semuanya berubah. Menasehatiku saat aku teringat pada Kak Hyoga, menyuruhku untuk melupakannya karena mengingatnya membuatku tambah sakit. Yah, semuanya berakhir disini. Tak ada lagi nama yang dia berikan untukku, YONI (Hyoga Yuni). Dan Yuni akan menjadi Yuni yang dulu. Yuni yang polos, yang enggak nangis gara-gara seorang cowo kaya dia! I can if I think I can! Yuni pasti bisa melupakannya! I’m believe that! :)
                                     

 ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers